Rabu, 25 Juni 2014

WISATA KENJERAN PARK TEMPAT "WISATA TERSELUBUNG"







Berkeliling kota Surabaya dan menikmati tempat wisata yang disediakan oleh kota Surabaya tentulah mudah. Surabaya memiliki tempat wisata yang sangat banyak di seluruh bagian wilayah Surabaya yang terbagi menjadi 6 kategori wisata yaitu : wisata religi, wisata sejarah, wisata kuliner, wisata belanja, wisata eco park dan wisata budaya.

Nah, jika kita berkeliling di Surabaya Timur maka ada 1 tempat wisata yang didalamnya terdapat banyak sekali tempat wisata,  yang sudah ada sejak tahun 1980an. Jika kita mencari tempat wisata terbesar di Surabaya Selatan maka tempat tersebut ialah Kenjeran Park.

Pada saat pagi hingga sore hari Kenjeran Park atau yang biasa disebut Kenpark digunakan untuk tempat wisata yang didalamnya terdapat kolam renang, wisata kuliner (kya – kya), Taman dan Dome of Sky dan sirkuit road race. Jika memasuki wilayah Kenpark dikenakan tarif masuk, untuk sepeda motor 10 ribu permotor sedangkan mobil 10 ribu permobil dan dikenakan biaya tambahan 5 ribu perorang. Namun tidak hanya wisata kuliner dan berlibur saja namun terdapat wisata religi yang diperuntukan untuk umat Budha terdapat kelenteng Sanggar Agung.

Saat berkunjung kesana bersama teman – teman, woww.. tak disangka dan ini merupakan pengalaman pertama bagi kami semua tidak hanya kolam renang, taman, wisata kuliner dan religi yang disajikan didalam Kenpark tersebut, namun ada mini hotel, motel juga yang disediakan didalamnya. Bisa dibilang Kenjeran ini menyajikan tempat wisata yang “lengkap”.

Tetapi lengkap disini memiliki arti tersendiri, jika malam hari sangat banyak sekali sepasang suami istri atau sepasang muda – mudi yang sedang berpacaran ataupun seorang lelaki yang hanya sendiri mengendarai sepeda motor atau mobil yang bisa dihitung jari pengunjung yang mengggunakan mobil.

Apakah ada yang mengerti kemana mereka akan pergi? Menikmati wisata kuliner? Wisata taman? Tidak karena saat malam hari kebanyakan semua sudah tutup. Mereka semua pergi ke mini hotel, motel yang telah disediakan atau bahkan berjalan didaerah kya – kya untuk berpacaran atau hal yang lain.

Saat kami penasaran dengan keadaan mini hotel yang tidak terlihat dimana bagian hotelnya hanya parkiran dan receptionist yang terlihat. Kami mencoba bertanya dibagian receptionist sembari menunggu antrian banyak bapak – bapak yang memesan kamar atau langsung mengambil kunci kamar. Nahh.. ternyata hotel tersebut digunakan sebagai tempat “prostitusi terselubung” dengan low budget. Bapak - bapak yang sendirian sudah ditunggu oleh pasangannya didalam kamar, sedangkan yang berpasang - pasangan langsung segera menuju kamar.

Ada 2 tempat hotel di Kenpark dengan harga 30 – 50 ribu hanya mendapat fasilitas kamar atau bisa disebut mini hotel dengan jangka waktu 8 jam, sedangkan 50 – 85 ribu harga motel yang terdapat fasilitas TV dan AC didalamnya. Ada batasan umur untuk memasuki atau bisa dikatakan menyewa kamar, minimal lahir tahun 1987 atau umur 25 tahun ke atas.

Bagaimana dengan muda – mudi yang juga mengunjungi Kenpark yang dibawah 25 tahun, yang kenyataannya juga ramai mengunjungi Kenpark pada malam hari? Untuk muda – mudi yang dibawah umur mereka tidak menyewa kamar, karena Kenjeran Park ini luas dan banyak bagungan yang masih sawah dan tanah kosong, banyak sekali muda-mudi yang “mojok” disawah – sawah dan gelap – gelap.

Saat berkeliling di Kenjeran kemarin kami agak bingung banyak orang yang memarkirkan sepeda motornya tetapi orangnya tidak ada, ternyata banyak yang berjalan menuju tempat kya – kya dan dibalik Dome of Sky untuk berpacaran hingga melakukan tindakan seksual.

Ini merupakan sedikit observasi kami mengenai prostitusi terselubung di tempat wisata yang seharusnya digunakan sebagai layaknya tempat wisata hiburan masyarakat.

Tidak ada komentar: