Berkeliling kota Surabaya dan
menikmati tempat wisata yang disediakan oleh kota Surabaya tentulah mudah.
Surabaya memiliki tempat wisata yang sangat banyak di seluruh bagian wilayah
Surabaya yang terbagi menjadi 6 kategori wisata yaitu : wisata religi, wisata
sejarah, wisata kuliner, wisata belanja, wisata eco park dan wisata budaya.
Nah, jika kita berkeliling di
Surabaya Timur maka ada 1 tempat wisata yang didalamnya terdapat banyak sekali
tempat wisata, yang sudah ada sejak tahun 1980an. Jika
kita mencari tempat wisata terbesar di Surabaya Selatan maka tempat tersebut
ialah Kenjeran Park.
Pada saat pagi hingga sore hari Kenjeran Park atau yang biasa disebut Kenpark digunakan untuk tempat wisata yang didalamnya terdapat kolam renang,
wisata kuliner (kya – kya), Taman dan Dome of Sky dan sirkuit road race. Jika
memasuki wilayah Kenpark dikenakan tarif masuk, untuk sepeda motor 10 ribu
permotor sedangkan mobil 10 ribu permobil dan dikenakan biaya tambahan 5 ribu
perorang. Namun tidak hanya wisata kuliner dan berlibur saja namun terdapat
wisata religi yang diperuntukan untuk umat Budha terdapat kelenteng Sanggar
Agung.
Saat berkunjung kesana bersama
teman – teman, woww.. tak disangka dan ini merupakan pengalaman pertama bagi
kami semua tidak hanya kolam renang, taman, wisata kuliner dan religi yang
disajikan didalam Kenpark tersebut, namun ada mini hotel, motel juga yang
disediakan didalamnya. Bisa dibilang Kenjeran ini menyajikan tempat wisata yang
“lengkap”.
Tetapi lengkap disini memiliki arti
tersendiri, jika malam hari sangat banyak sekali sepasang suami istri atau
sepasang muda – mudi yang sedang berpacaran ataupun seorang lelaki yang hanya
sendiri mengendarai sepeda motor atau mobil yang bisa dihitung jari pengunjung
yang mengggunakan mobil.
Apakah ada yang mengerti kemana
mereka akan pergi? Menikmati wisata kuliner? Wisata taman? Tidak karena saat
malam hari kebanyakan semua sudah tutup. Mereka semua pergi ke mini hotel,
motel yang telah disediakan atau bahkan berjalan didaerah kya – kya untuk
berpacaran atau hal yang lain.
Saat kami penasaran dengan keadaan
mini hotel yang tidak terlihat dimana bagian hotelnya hanya parkiran dan
receptionist yang terlihat. Kami mencoba bertanya dibagian receptionist sembari
menunggu antrian banyak bapak – bapak yang memesan kamar atau langsung mengambil kunci
kamar. Nahh.. ternyata hotel tersebut digunakan sebagai tempat “prostitusi
terselubung” dengan low budget. Bapak - bapak yang sendirian sudah ditunggu oleh pasangannya didalam kamar, sedangkan yang berpasang - pasangan langsung segera menuju kamar.
Ada 2 tempat hotel di Kenpark
dengan harga 30 – 50 ribu hanya mendapat fasilitas kamar atau bisa disebut mini
hotel dengan jangka waktu 8 jam, sedangkan 50 – 85 ribu harga motel yang
terdapat fasilitas TV dan AC didalamnya. Ada batasan umur untuk memasuki atau
bisa dikatakan menyewa kamar, minimal lahir tahun 1987 atau umur 25 tahun ke
atas.
Bagaimana dengan muda – mudi yang
juga mengunjungi Kenpark yang dibawah 25 tahun, yang kenyataannya juga ramai
mengunjungi Kenpark pada malam hari? Untuk muda – mudi yang dibawah umur mereka
tidak menyewa kamar, karena Kenjeran Park ini luas dan banyak bagungan yang
masih sawah dan tanah kosong, banyak sekali muda-mudi yang “mojok” disawah –
sawah dan gelap – gelap.
Saat berkeliling di Kenjeran
kemarin kami agak bingung banyak orang yang memarkirkan sepeda motornya tetapi
orangnya tidak ada, ternyata banyak yang berjalan menuju tempat kya – kya dan
dibalik Dome of Sky untuk berpacaran hingga melakukan tindakan seksual.
Ini merupakan sedikit observasi
kami mengenai prostitusi terselubung di tempat wisata yang seharusnya digunakan
sebagai layaknya tempat wisata hiburan masyarakat.





