Minggu, 08 Juni 2014

REVIEW NOVEL KATA HATI by Bernard Batubara



Judul                : KATA HATI sebutlah itu cinta

Penerbit           : BUKUNE

Penulis             : Bernard Batubara (@benzbara)

Tebal buku       : 204 halaman

Tahun terbit     : Cetakan ketiga – Oktober 2012

Ini tentang kisah kehilangan,
ketika kau mendapati separuh hatimu kosong dan merapuh.
Atas nama ketidakpercayaan,
kita telah saling mengucapkan selamat tinggal.
Ketika tak ada lagi yang bisa kau percaya, ikuti kata hati.
Begitu seharusnya, bukan?

Dan, hati ini membawaku kembali kepadamu.
Tapi, kau tak lagi berada di tempat kita dahulu.
Apakah kau telah menemukan separuh hati lain—selain hatiku?


Novel KATA HATI ini merupakan novel pertama ciptaan Bernard Batubara, biasa di panggil Bara. Lahir di Pontianak, 9 Juli 1989. Lulusan teknik yang menyenangi segala hal berbau seni, terutama tulisan dan fotografi. Giat menulis fiksi dan puisi mulai pertengahan 2007. Sejak itu, beberapa tulisannya berupa puisi dan cerpen sempat dimuat di majalah seni GONG, harian KOMPAS, Batam Pos, Koran Tempo, Suara Merdeka, Jurnal Nasional, dan beberapa antologi bersama; Teka-teki tentang Tubuh dan Kematian (puisi),Pedas Lada Pasir Kuarsa (puisi, Temu Sastrawan Indonesia II), Percakapan Lingua Franca (puisi, Temu Sastrawan Indonesia III), dan Mata (cerpen, Jurnal Cerpen Indonesia edisi 12). Buku puisi pertamanya berjudul Angsa-angsa Ketapang (Greentea, 2010).

CERITA SINGKAT

Novel ini menceritakan seorang fotografer bernama Randi dan seorang kekasihnya yang bernama Dera. Dera berprofesi sebagai seorang model di Yogyakarta. Suatu ketika demi menitih karirnya Dera harus meninggalkan Randi yang sudah 5 tahun berpacaran dan meninggalkan Yogyakarta untuk ke Jakarta.

Randi dan Dera selalu menghabiskan waktunya di cafe yang bernama Djendelo Koffie. Semenjak ditinggalkan oleh Dera hari – hari Randi berantakan. Ia selalu memesan kopi item baginya mungkin cuma kopi item ini yang cocok menggambarkan kehidupannya. Gelap, Item, Pahit.

Fila, cewek yang mempunyai sahabat bernama Adrian. Ia berteman selama 10 tahun dan Fila sayang kepada Adrian namun Fila tidak berani mengungkapkan kata hatinya sampai Adrian melanjutkan kuliah diluar negeri. Mereka menjalin hubungan melalui webcam, hingga suatu ketika  Adrian mencoba belajar dan meminta komentar kepada Fila untuk  untuk “menembak” calon pacarnya diluar negeri tetapi Fila beranggapan bahwa itu untuknya. Hati Fila hancur dan ia memutuskan untuk merobek foto dan semua kenangan bersama Adrian.

Setiap hari Fila suka datang ke Djendelo Koffie, selama beberapa hari ia juga melihat Randi. Fila menghampiri Randi dan mereka berkenalan. Randi melihat bayang – bayang Dera ada didalam Fila. Setiap hari mereka ngobrol – ngobrol bersama karena Fila juga suka fotografi Rendi mengajak Fila untuk hunting foto bersama.

Kini hidup Randi tidak pahit, hidup Randi sudah manis. Ia mulai tidak minum Kopi pahit itu lagi. Disaat hidupnya sudah kembali manis. Dera tiba-tiba ada jadwal pemotretan di Yogyakarta ia sengaja tidak menghubungi Randi karena ingin memberi surprise. Setelah bertemu Dera meminta Randi untuk kembali lagi dengannya. Setelah apa yang Dera lakukan kepada Randi. Hidup Randi berantakan, kerjaan Randi tidak karuan hampir dipecat kini Dera datang dan meminta kembali? Rendi langsung meninggalkan Dera sendiri.

Dera tiba – tiba muncul di kos Randi, ia membereskan semua kos Randi yang berantakan. Handphone Randi berbunyi, Fila menghubungi Randi. Dera semakin penasaran apakah ada orang lain selain ia yang ada dihati Randi? Dera mengajak Fila untuk bertemu, ia pernah bertemu sebelumnya di Djendelo Koffie. Dera menceritakan semuanya kepada Fila tentang masa lalunya. Namun Fila tidak berpikir negatif, Dera mengajak Fila untuk berkompetisi mendapatkan Rendi tetapi Fila menolak Love is not a competition biarlah Randi yang memilih.

Randi dan Fila melakukan hunting bersama keliling Yogyakarta, mereka semakin dekat. Randi memberi usul bagaimana kalau Fila membuka Pameran Foto hasil karyanya sendiri karena menurut Randi Fila memiliki potensi untuk itu. Dengan konsep Black and White pameran foto itu berlangsung di Djendelo Koffie.

Fila : “Menurut aku, cinta itu hitam dan putih. Ada gelap ada terang. 
Ada yang pergi ada yang datang.”

Randi : “Aku rasa, cinta tidak setegas itu. Tidak hanya sekedar hitam dan putih. Cinta itu abstrak. Tidak jelas.”

Selepas acara itu berakhir dengan sukses. Saat itu dikeheningan malam yang mewakili suara hati mereka. Fila mulai menanyakan bagaimana kabar Dera. Dera sudah pergi jauh, ia mengirim email kepadaku.

“ Fila, dia masa lalu aku. Sampai kapan pun, dia akan jadi seperti itu. Nggak bakal jadi masa sekarang, apalagi masa depan aku”. Randi dengan penuh keyakinan menggenggam tangan Fila dan menatap Fila,“ kamu mau jadi masa depan aku?”. Fila  mengangguk, membalas genggaman Randi. Senyum Fila itu, senyum yang sama dengan yang Randi lihat saat  pertama kali ia bertemu Fila. Di tempat yang sama , diwaktu yang berbeda. Saat itu, Randi dan Fila dua orang asing yang tidak saling kenal. Namun sekarang mereka adalah dua orang yang tak ingin saling kehilangan. Dua orang yang saling menjadikan satu sama lain sebagai catatan rencana masa depan.

Setelah sukses mencetak hingga cetakan ketiga Bara. Novel Kata Hati ini menurut saya dari segi cerita sangat menarik dari pemilihan bahasa yang ditulis oleh Bara sangat detail dan mudah dipahami sehingga pembaca ikut merasakan ada didalam setiap adegan yang ditulis. Emosi pembaca merasa ikut sedih, senang, marah, dsb. Alur yang ditulis pun alur maju – mundur tetapi tidak membuat pembaca bingung. Novel ini memberikan inspirasi kepada kita ketika kita mengalami patah hati / putus cinta. Jalan terbaik ialah ikuti kata hati. Buku ini merupakan buku favorit saya, karena settingnya di Yogya yang merupakan kota favorit saya, serta bagi pembaca yang menyukai buku romance wajib baca buku ini dan nonton filmnya, KEREN!!

Novel ini juga telah dijadikan sebuah film drama Indonesia yang dirilis pada tahun 2013. Film ini disutradarai oleh Iqbal Rais dan diproduseri oleh Gope T. Samtani. Film ini dibintangi oleh Boy Hamzah (Randi), Kimberly Ryder (Dera)Joanna Alexandra (Fila) dan distudio Rapi Film.
Look this trailer kata hati movie :



Tidak ada komentar: